Jepara.rilisjateng.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menggelar Jepara Bersholawat putaran keenam di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Senin (31/08/2026) malam. Kegiatan keagamaan yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Jepara Bersholawat kali ini menghadirkan penceramah KH. Zaenal Arifin dari Jepara serta lantunan sholawat dari Hadroh Diwanul Musthofa, Desa Bugo. Ribuan jamaah dan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Kepala Kemenag Jepara H. Akhsan Muhyiddin, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Ary Bachtiar, jajaran pejabat Pemkab Jepara, Forkopimcam, para Petinggi se-Kecamatan Welahan, ulama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang akrab disapa Gus Hajar mengatakan, peringatan Maulid Nabi melalui Jepara Bersholawat bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW sekaligus ikhtiar menjaga ketenteraman daerah.
“Jepara Bersholawat bukan sekadar tradisi tahunan menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, melainkan wujud rasa cinta warga Jepara kepada Rasulullah SAW. Kemajuan daerah tidak hanya ditopang pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga perlu diimbangi dengan benteng spiritualitas yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar batiniah Pemkab Jepara untuk melengkapi berbagai upaya pembangunan secara lahiriah. Dengan demikian, pembangunan diharapkan berjalan seimbang dan membawa ketenteraman bagi masyarakat.
“Semoga ikhtiar ini menjadikan Jepara semakin adem ayem dan mampu mewujudkan visi Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS),” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Zaenal Arifin mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat dan menjaga keikhlasan dalam beribadah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara atau pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan penuh keberkahan.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya memperbanyak shalawat, tetapi juga menjauhi hal-hal yang diharamkan agama serta menjadikan majelis ilmu sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan memperbaiki diri.
Jepara Bersholawat kini menjadi agenda rutin Pemkab Jepara yang digelar secara bergiliran di berbagai kecamatan. Selain menjadi kegiatan keagamaan, agenda tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Jepara berharap semangat kebersamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta nilai-nilai religius terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, Kabupaten Jepara diharapkan senantiasa berada dalam suasana yang aman, damai, dan penuh keberkahan.(***)
